SEJARAH BUKIT ASMARA SITUK

Bukit Asmara Situk atau yang lebih dikenal dengan BAS merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Kabupaten Banjarnegara yang berlokasi di Desa Kalilunjar Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara berawal dari sekitar tahun 2016 Pak Jojo selaku ketua Pokdarwis Tuk Kumala Desa Kalilunjar bersama dengan Pak Kades Kalilunjar naik ke atas puncak bukit, awalnya mereka hanya melakukan explore yang bisa dibilang seperti orang gila, karena dulunya hanyalah ada alang-alang dan pohon kaliandra kemudian untuk mengecek apakah layak atau tidak untuk dijadikan destinasi wisata alam. Kemudian setelah 1 minggu melakukan explore di awal bulan tahun 2016. Akhirnya Pak Jojo dan Pak Kades pun sepakat menjadikan bukit tersebut menjadi salah satu destinasi wisata alam di Banjarnegara, mulailah pengerjaan pembangunan sarana prasarana untuk membuat objek wisata alam dengan dibantu kurang lebih sekitar 10 orang, kemudian Pak Jojo dan Pak Kades mensosialisasikan kepada masyarakat, dan alhamdulillah antusiasnya banyak terutama pemudanya sampai sekitar 50-100 orang ,dan launching Bukit Asmara Situk diadakan tanggal 8 Februari 2016.
Asal muasal kenapa dinamakan bukit asmara sendiri berawalnya dari ada ceritanya. Menurut cerita orang dulu, disinilah tempat bertemunya pemimpin desa Kalilunjar. Sebelum jadi nama desa kalilunjar ada nama dukuh yaitu dukuh Genggong. Jadi pertemuan pemimpin terdahulu itu disini kemudian menjalin asmara disini, jadi kenapa dinamakan bukit asmara? karena tempat bertemunya dua insan.
Jadi bertemu nya dua insan tersebut, kemudian mencari pemukiman di desa Genggong. Setelah beberapa lama karena semakin banyak penduduk nya sehingga tidak mencukupi karena letak grografis disini memang perbukitan, dan karena tidak cukup nya tempat akhirnya di boyong ke dukuh Purwosari , dan akhirnya lahirlah Mboyong Oyod Genggong yang kita adakan tiap tahun setiap tgl 29 Agustus.
Jadi ada rentetannya sendiri. Jadi kita buat wahana tidak hanya sekedar selfi, tapi ini semua memiliki arti atau filosofi tersendiri.
Jadi keinginan kami, orang datang kesini tidak hanya untuk selfi tapi mereka juga tau apa sih yang ada disini.
Inilah cerita tentang BAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *